Ini Bahaya Mengunggah Foto Anak di Media Sosial

Beberapa orang tua sering menggunakan media sosial sebagai ajang pamer foto anak. Bagaimana tidak, sosial media kini semakin mudah diakses oleh semua orang. Selain itu, berhasil memiliki momongan tentu merupakan sebuah kebanggan bagi sebagian besar orang tua di dunia.

Banyaknya orang tua yang mengunggah foto anaknya ke media sosial tidak terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi. Dulu, untuk mengakses Facebook, orang-orang harus menyalakan komputer terlebih dahulu. Harga komputer pun tentunya lebih mahal pada waktu itu. Kini, orang-orang dapat mengakses Facebook dengan mudah melalui ponselnya.

Selain kemudahan akses sosial media, kemudahan mengambil gambar juga menjadi faktor pendorong banyaknya orang tua yang mengunggah foto anaknya. Dulu, untuk mengambil sebuah gambar, orang-orang perlu membeli kamera dengan harga mahal. Namun, kini, orang-orang cukup menggunakan ponsel pintarnya untuk mengambil foto dalam kualitas yang bagus.

Namun, sebagaimana terjadi dengan beberapa isu mengenai teknologi informasi, mengunggah foto bayi ke media sosial juga mampu mendatangkan masalah.

Dilansir dari theguardian.com, Victoria Nash, Direktur Oxford Internet Institute, mengungkapkan bahwa ada dua hal yang perlu diperhatikan ketika mengunggah foto anak ke media sosial.

Pertama, informasi yang ingin disebarkan. Informasi terkait nama bayi, alamat bayi, tanggal lahir bayi, hingga tempat lahir bayi sebaiknya tidak disebarkan. Sebab, berbagai informasi tersebut rentan untuk disalahgunakan pihak-pihak tertentu. Dalam beberapa kasus, bayi bisa terancam bahaya apabila informasi tersebut disebarluaskan.

Kedua, informasi yang mungkin tidak ingin dilihat oleh sang bayi beberapa tahun ke depan, terutama setelah dewasa. Victoria menekankan pentingnya jejak digital bagi perkembangan anak.

“Sebelum mengunggah foto bayi Anda, coba tanya kepada diri Anda sendiri: Apa yang ingin bayi Anda lihat di internet tentang dirinya beberapa tahun ke depan?” Ungkap Victoria seperti dikutip dari The Guardian, 21 September 2014.

Senada dengan Victoria, Sonia Livingstone, Professor Psikologi Sosial dari London School of Economics and Political Sciences, mengungkapkan bahwa unggahan tentang bayi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan.

“Katakanlah Anda mengunggah foto bayi Anda yang di salah satu lengannya terdapat tato iblis atau simbol sekte terlarang, tetapi Anda tidak mengetahuinya. Hal tersebut pasti akan berimbas pada suatu hal yang buruk pada masa depan,” Ungkap Sonia seperti dikutip dari The Guardian, 21 September 2014.

Sonia menjelaskan bahwa pamer foto anak di media sosial berpotensi untuk membahayakan anak. Satu hal yang lebih mengerikan, anak tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengatasi bahaya yang mengancamnya tersebut. Sebab, kendali atas foto yang diunggah berada di tangan orang tua, bukan anak.

NAOMY A. NUGRAHENI

Mengunggah foto bayi atau anak di media sosial oleh orang tua mampu mendatangkan masalah. Berikut penjelasan lengkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.