Penerapan Gizi Seimbang Pada Gaya Hidup Sehat

Gizi adalah zat makanan dasar yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Gizi seimbang ialah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Asupan yang tidak seimbang beresiko menyebabkan defisiensi gizi seperti anemia dan berat badan kurang, kelebihan gizi (obesitas) juga bisa terjadi, yang dapat beresiko penyakit degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan diabetes mellitus.

Apa yang Dimaksud Gizi Seimbang?

Gizi seimbang adalah susunan asupan makanan sehari-hari berdasarkan jenis dan jumlah zat gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Kebutuhan gizi sejak dini dipenuhi dengan memperhatikan prinsip keragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan menjaga berat badan normal. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan gizi.

Gizi seimbang yakni apabila asupan makanan cukup dalam jumlah, kualitas, dan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tujuannya agar kesehatan tubuh tetap terjaga, pertumbuhan sempurna (pada anak), nutrisi tersimpan, dan aktivitas serta fungsi kehidupan sehari-hari berjalan optimal.

Penerapan gizi seimbang pada gaya hidup sehat pada prinsipnya ada empat pilar. Pada dasarnya, keempat prinsip ini adalah upaya untuk menyeimbangkan nutrisi yang masuk dan keluar, dan mengendalikan berat badan secara teratur. Empat pilar nutrisi seimbang, yaitu:

  1. Mengkonsumsi berbagai makanan

Tidak ada makanan yang mengandung gizi yang dibutuhkan tubuh. Misalnya, beras mengandung kalori, namun rendah vitamin dan mineral. Sayuran dan buah -buahan mengandung vitamin, mineral, dan serat yang kaya, tetapi mereka rendah kalori dan protein.

Karena itu, Anda didorong untuk mengonsumsi berbagai makanan secara teratur setiap hari. Konsumsi harus dalam proporsi makanan yang seimbang dengan jumlah yang cukup dan tidak berlebihan.

  1. Perilaku hidup bersih

Perilaku hidup yang bersih berguna untuk mencegah tubuh dari infeksi penyakit. Infeksi adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi status gizi. Orang yang memiliki penyakit menular dapat mengalami penurunan nafsu makan, sehingga nutrisi yang memasuki tubuh berkurang.

Ketika tubuh terinfeksi, ia membutuhkan lebih banyak asupan nutrisi. Ini menunjukkan bahwa malnutrisi dan infeksi penyakit memiliki hubungan.

  1. Aktivitas fisik rutin

Aktivitas fisik adalah semua aktivitas tubuh, termasuk olahraga yang merupakan salah satu cara untuk menyeimbangkan dan masuknya nutrisi, terutama sumber energi utama dan tubuh.

Aktivitas fisik juga berguna dalam memfasilitasi metabolisme, termasuk metabolisme nutrisi. Kami menyarankan Anda melakukan aktivitas fisik setidaknya 3 kali seminggu dengan durasi 30 menit per sesi.

  1. Pantau dan pertahankan berat badan yang ideal

Terus memantau dan mempertahankan berat badan sehingga indeks massa tubuh (BMI) berada dalam batas normal. BMI ialah pengukuran lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan.

Nilai BMI yang tinggi menunjukkan kelebihan berat badan atau obesitas, sedangkan nilai BMI di bawah normal berarti kurangnya asupan kalori dan protein. Kedua kondisi ini tidak baik untuk tubuh dan dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Berikut beberapa menu seimbang yang bisa disantap anak sekolah:

  • Sarapan pagi: 1 piring nasi goreng (100 gram), sawi (10 gram), 2 potong mentimun (10 gram), 1 telur dadar (50 gram), dan 1 gelas susu (200 ml)
  • Selingan (snack): jus jambu biji (200 ml)
  • Makan siang: nasi putih (150 gram), 1 mangkuk kecil sup brokoli (30 gram), 1 potong ayam goreng (40-50 gram)
  • Camilan sore: 1 buah pir (100 gram) atau 5 buah biskuit
  • Makan malam: 1 piring nasi putih (100 gram), 1 mangkuk kacang hijau (20 gram), 1 butir telur (50 gram), 1 potong tempe (20 gram)

 

Gizi adalah zat makanan dasar yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Gizi seimbang ialah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Asupan yang tidak seimbang beresiko menyebabkan defisiensi gizi seperti anemia dan berat badan kurang, kelebihan gizi (obesitas) juga bisa terjadi, yang dapat beresiko penyakit…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.