Tim Mahasiswa ITB Raih Juara di Ajang Game Dunia Gelaran Tencent

Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil membawa pulang gelar juara dari ajang Tencent Game Creation Challenge 2021. Meraih penghargaan perunggu dan hadiah uang US$ 1000 atau setara Rp 14 juta, tim ITB juga mendapat sorotan khusus bersama seorang peserta asal Nanyang Technological University, Singapura, yang mendapat Honorary Award. Kedua pemenang dari wilayah Asia Tenggara itu dinilai berpenampilan kuat.

Karya tim BlueCat dari ITB yaitu mobile game berjudul Clogged Sink Fishing. Konsep permainannya berfokus pada peningkatan kesadaran soal pentingnya pengurangan sekaligus mempromosikan daur ulang sampah. “Kami berharap dapat lebih mengedukasi masyarakat tentang kesadaran konservasi laut dan pengurangan limbah,” kata Nasrullah, ketua tim Tim BlueCat di laman tencent.com yang dirilis 28 Oktober 2021.

Menurut Nasrullah, kompetisi itu memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan dan mendapat pengalaman belajar yang luar biasa. Nasrullah dan anggota timnya adalah mahasiswa desain komunikasi visual di bidang desain game. Sepanjang kompetisi, mereka mendapatkan bimbingan dari dosen Alvanov Zpalanzani Mansoor, Rahma Utami, dan para mentor dari game developer TiMi serta Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).

Kompetisi yang bertajuk “Green Game Jam for Youth” itu diikuti lebih dari 200 mahasiswa dan tim universitas dari Cina, Amerika Utara, dan Asia Tenggara. Pengajuan karya game dibuka Juni-Juli, lalu pengumuman 16 finalis pada September, dan pengumuman 11 pemenang pada Oktober 2021. Total hadiah yang diperebutkan senilai US$ 21.500.

TiMi Studio Group dan Tencent Institute of Games menyelenggarakan Green Game Jam for Youth untuk mendorong proposal desain game bertema lingkungan dari kalangan anak muda di seluruh dunia untuk masa depan yang berkelanjutan bagi semua. “Anak muda adalah pencipta game generasi berikutnya, dan juga pengubah permainan industri dengan imajinasi dan kreativitas mereka.” kata Colin Yao, Wakil Presiden Tencent.

Presiden TiMi Studio Group itu juga mengatakan, pihaknya selalu menemukan cara untuk melibatkan kontribusi anak muda dengan kreativitasnya. “Game sebagai bentuk seni kesembilan, dapat mengubah perspektif orang melalui gameplay interaktif dan simulasi imersif, dan dengan demikian meningkatkan nilai sosial,” katanya.

Selain dari ITB dan NTU, tiga tim lain dari Asia Tenggara ikut lolos ke babak final. Diantaranya yaitu tim Wolf Pack dari Universitas Indonesia. Tim mahasiswanya merancang sebuah game yang mengajak pemain memulihkan hutan suci yang terakhir di dunia.

Tim ITB bersaing dengan universitas dari Cina, Amerika Utara, dan Asia Tenggara dalam kompetisi bertajuk “Green Game Jam for Youth” itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.